Breaking News

Diduga Gunakan Besi Tulangan Tak Sesuai Spesifikasi, Pembangunan PAUD Minhajul Falah Disorot

Karawang, Majalahkriptantus.com- Pekerjaan pembangunan Pos PAUD Minhajul Falah yang bersumber dari Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan mendapat sorotan. Pasalnya, dari pantauan media di lokasi, terdapat dugaan penggunaan material konstruksi yang perlu mendapat perhatian dan pemeriksaan lebih lanjut.

Pada bagian konstruksi yang terlihat, besi tulangan utama diduga berukuran sekitar 10 mm, sedangkan cincin atau begel diduga menggunakan besi sekitar 4 mm. Selain itu, dari pantauan media, pada bagian sambungan rangka bangunan juga diduga tidak menggunakan baut dynabolt sebagai pengikat.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap kekuatan konstruksi, khususnya pada bagian rangka dan atap. Apabila sistem pengikat tidak sesuai dengan spesifikasi teknis, dikhawatirkan saat terjadi hujan disertai angin kencang, bagian atap dapat bergeser atau bahkan terlepas dan berpotensi membahayakan anak-anak yang nantinya beraktivitas di lingkungan PAUD.

Namun demikian, ukuran material dan metode pemasangan tersebut masih perlu diperiksa serta diukur secara langsung oleh pihak yang berkompeten dan dicocokkan dengan gambar kerja, RAB, serta spesifikasi teknis proyek.

Berdasarkan papan informasi pekerjaan, proyek tersebut merupakan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, dengan sumber dana APBN Tahun Anggaran 2026 dan nilai bantuan tercantum sebesar Rp314.681.000. Waktu pelaksanaan tercantum selama 60 hari kalender, mulai 7 Juli hingga 4 September 2026.

Media Kesulitan Mendapatkan Konfirmasi, Untuk mendapatkan informasi dan klarifikasi mengenai pekerjaan tersebut, media berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak kepala sekolah melalui WhatsApp. Namun, saat media hendak melakukan konfirmasi melalui sambungan telepon, panggilan tersebut langsung diputus.

Media tetap berharap pihak kepala sekolah maupun pelaksana pekerjaan dapat memberikan penjelasan secara terbuka terkait spesifikasi material dan metode pelaksanaan pembangunan.

Pengawas pekerjaan juga diminta tidak tinggal diam dan segera melakukan pemeriksaan terhadap kualitas material, sistem pemasangan rangka, serta pengikat atap. Jika ditemukan ketidaksesuaian dengan spesifikasi teknis, maka perlu segera dilakukan perbaikan sebelum pekerjaan dinyatakan selesai.

Mengingat bangunan tersebut nantinya digunakan oleh anak-anak usia dini, aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai setelah bangunan selesai dan digunakan, baru ditemukan persoalan pada konstruksinya.

Masyarakat berharap instansi terkait segera turun ke lapangan melakukan pemeriksaan untuk memastikan pekerjaan yang menggunakan anggaran pemerintah tersebut benar-benar dilaksanakan sesuai ketentuan dan standar teknis.

Media membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada kepala sekolah, pelaksana, pengawas pekerjaan, maupun instansi terkait guna memberikan penjelasan atas dugaan yang menjadi sorotan tersebut.


(Ag&tim)

Tidak ada komentar