Terbukti Ukuran Besi Tidak Sesuai Spesifikasi, Papan Informasi Muncul Mendadak
Berdasarkan dokumen teknis proyek tahun 2026 dari Direktorat PAUD, balok lintel seharusnya menggunakan besi tulangan berdiameter 10 mm. Namun saat tim melakukan pengukuran menggunakan alat ukur presisi (sigmat), besi yang terpasang di lapangan hanya memiliki diameter 7,8 mm alias besi 10 banci, jauh di bawah standar yang ditetapkan. Selain itu juga ditemukan jumlah tulangan tidak lengkap, panjang sambungan kurang, serta kualitas pengecoran tidak rapi.
Saat tim awak media mendatangi lokasi untuk konfirmasi, Kepala Sekolah PAUD diduga tidak berada di tempat. Hal mencolok lainnya, papan informasi proyek yang sebelumnya tidak ditemukan dan tidak diketahui oleh pekerja, kini tiba-tiba sudah terpasang. Ketika ditanyakan kepada pekerja, mereka menjawab: "Baru datang pak papan informasinya."
Terkait pelaksanaan pekerjaan, tim media juga menanyakan asal tenaga kerja. Salah satu pekerja mengaku: "Saya orang Pemalang pak, kami berempat orang luar, orang sini hanya satu." Padahal dalam prinsip pelaksanaan proyek di desa, seharusnya memberikan prioritas penyerapan tenaga kerja warga setempat.
Hingga berita ini dipublikasikan, Kepala Sekolah PAUD AZMI maupun pihak pengurus yayasan belum memberikan klarifikasi terkait dugaan pembangunan gedung PAUD yang menggunakan besi 10 banci.
Di karenakan pembangunan tersebut menggunakan anggaran pemerintah maka publik pun patut mempertanyakan transparansi anggaran maupun RAB dan spek pembangunan sekolah Paud AZMY.
Dilaporkan Oleh:
Tim Liputan Majalah Kriptantus
23 Juli 2026
(Asep G)



Tidak ada komentar