Aktivis konstruksi Karawang Menyoroti Adanya Dugaan Pengurangan Kwalitas dan Kuantitas Material Dalam Proyek Revitalisasi SMA1 Rawamerta
Karawang, Majalahkriptantus.com-Pembangunan 4 ruang kelas baru di SMA 1 Rawamerta diduga menyalahi spesifikasi tehnik dalam pengerjaannya. Berdasarkan hasil pantauan langsung kelapangan oleh aktivis bidang konstruksi pembangunan Kabupaten Karawang, Akhmad Muslim dan Ade Balok pada hari Minggu tanggal 16 agustus 2026, mereka menemukan sejumlah penyimpangan dalam proses pengerjaannya. 17 September 2026
Muslim dan Ade Balok menguraikan item Penyimpangan yang dimaksud adalah :
1. Ada dugaan kuat bahwa lebar galian pondasi batu kali kurang lebar dan kurang dalam kalau mengacu kepada standar galian tanah pondasi batukali, ini type I, yang benar lebar galian bawah harusnya 87 cm dan tinggi galian tanah pondasiharusnya 85 cm. Sementara untuk type ll bagian selasar lebar galian 67 cm dan tinggi 65 cm yang diduga oleh kami adalah galian tanah pondasi type l yang kami anggap tidak sesuai dengan spesifikasi tehnik
2. Ada dugaan kuat dibawah galian pondasi batukali gak nampak urugan pasir setebal 5cm x lebar galian x panjang galian tanah pondasi x 4 ruang kelas, berapa kubik pasir yang tidak digelar
3. Pada pasangan pondasi batukali diduga tidak dipasang batu kosong atau anstamping setebal 10cm x 87 cm x panjang galian tanah pondasi x 4 ruang klas berapa kubik batu kali tuh yang tidak dikerjakan dalam pembangunan 4 ruang kelas baru di SMA1 Rawamerta kabupaten Karawang, yang anggaran keseluruhannya mencapai Rp.1.499.747,000 atau diatas satu koma empat milyar lebih.
Muslim dan team selaku team pemantau bidang konstruksi bangunan berharap dengan dana sebesar ini kwalitas harus baik dan benar, sebagaimana yang diharapkan oleh pemerintah pusat Kemendiknas. Kami meminta jaga kwalitas hasil pekerjaan dan jangan korbankan kwalitas pekerjaan, yang penyebabnya adalah tidak ada pengarah atau pelaksana lapangan. Kalau ada arahan, sudah tentu hasilnya tidak pernah terjadi kesalahan dalam pelaksanaan 4 ada kesalahan pemasangan begisting kolom utama yang ukurannya 30 cmx 30 cm, terjadi hasil pengecoran kolom beton bertulang tidak lot tidak lurus alias miring. Kesalahan ini karena tidak ada arahan baik dari pelaksana lapangan maupun pengawas lapangan. Untuk itu kami selaku aktivis konstruksi meminta jalankanlah amanat anggaran ini secara baik dan benar, karena pembangunan 4 ruang klas SMA 1 Rawamerta ini dibiayai hasil dari pajak rakyat.
Itulah sejumlah dugaan ini yang kami dapatkan hasil croschek dilapangan untuk itu sifatnya hanya mengingatkan saja.
Redaksi membuka ruang hak jawab sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik demi menjaga prinsip pemberitaan yang balance, dan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.
Reporter:( JS.Tim)



Tidak ada komentar