Gerbang Kantor Walikota Binjai Rubuh Akibat Aksi Demonstrasi
Aksi yang dimulai sekitar pukul 10.00 Wib ini berakhir ricuh hingga gerbang utama kantor pemerintahan dirubuhkan massa.
Massa membawa berbagai atribut unjuk rasa seperti spanduk, bendera, serta sound system. Beberapa tulisan tuntutan.
Aksi ini merupakan bentuk protes atas penggusuran yang dilakukan Satpol PP terhadap pedagang kaki lima di kawasan Jalan Bandung dan Jalan Olahraga. Selain itu, mereka juga menyoroti janji kampanye yang dianggap tidak ditepati.
Salah satu pedagang, Firman, yang mengaku memiliki cacat permanen, menuturkan rasa putus asanya. Ia mengaku sudah 25 hari tidak bisa berjualan sehingga kesulitan menghidupi keluarga.
"Kami bukan teroris, kami bukan pemberontak. Kami tahu hukum dan kami siap ditata. Tolong kepada Bapak Walikota untuk berjumpa dengan kami walau hanya 5 menit. Apalagi kami sudah sekitar 25 hari tidak berjualan. Bagaimana anak dan istri kami,"tuturnya dengan nada sedih.
*Gerbang Dirubuhkan, Massa Masuk Halaman*
Kondisi memanas ketika massa merasa diabaikan. Mereka menolak ditemui oleh perwakilan pejabat yang diutus dan menuntut Walikota Binjai hadir secara langsung.
Karena keinginan tersebut tidak terpenuhi, emosi massa meledak.
Terjadi aksi dorong-mendorong dengan petugas keamanan yang berjaga. Akibatnya, kedua pintu gerbang utama Kantor Pemko Binjai berhasil dirubuhkan dan runtuh. Massa kemudian menerobos masuk dan memadati halaman kantor Walikota.
Hingga pukul 12:30 Wib massa masih bertahan di lokasi. Berdasarkan informasi yang diterima, Walikota sedang berada di luar kota untuk dinas luar.
Merespons hal tersebut, Edward Gurki menyampaikan keputusan hasil diskusi massa. Mereka bersedia bertemu dengan Sekretaris Daerah (Sekda) dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), namun Walikota wajib terlibat melalui sambungan video call untuk mengambil keputusan.
"Kami mendapat informasi kalau Walikota sedang dinas luar. Hasilnya, kami bersedia bertemu dengan Sekda dan para OPD, namun Walikota harus ikut serta dengan cara video call untuk menentukan sikap,"tegasnya.
Kemudian, dilakukan Rapat Dengar Pendapat di ruang rapat lll dipimpin Sekda Pemko Binjai Chairin Simanjuntak dan langsung menghubungi Walikota Binjai.
Kadis Kominfo Pemko Binjaj Ikhsan mengatakan,"Walikota Binjai sebelumnya meminta maaf karena saat ini belum bisa menemui para pedagang karena sedang menghadiri Ajang Apresiasi Pemerintah Daerah berprestasi tahun 2026 di Palembang. Insyaallah pertemuan di agendakan Walikota Binjai pada hari Rabu.
Dan massa pendemo masih saja berkeras agar Walikota dapat hadir.
Hal ini bagaimana mau diwujudkan karena Walikota Binjai masih melaksanakan kerja diluar kota"kata Ikhsan.
Sementara itu, pertemuan berakhir alot tanpa ada kesepakatan. Tuntunan pedagang tetap bisa berjualan ditempat semula. Massa tetap menolak direlokasi ke Stadion Binjai.
(SuDharTar)

Tidak ada komentar