Tak Kunjung Tuntas Persoalan Eceng Gondok Saidah Anwar Anggota Dewan Angkat Bicara.
Menurut Saidah, meski kewenangan ada di BBWS, dampaknya dirasakan langsung oleh warga Karawang, ia menilai pembersihan temporer tidak akan menyelesaikan masalah.
"Kewenangan BBWS, tapi wilayahnya ada di lokasi kita, tentunya bukan hal gampang dan tidak bisa hanya diatasi dengan pembersihan temporer. Fenomena eceng gondok ini sangat merugikan masyarakat sekitar sungai dan para petani," tegas Saidah Anwar. Sabtu (03/05/2026).
Saidah menekankan, solusi terbaik adalah pengangkatan eceng gondok secara massif, bukan sekadar didorong ke hilir.
"Menurut saya solusi terbaik adalah pembersihan secara massif, diangkat eceng gondoknya, bukan didorong dihanyutkan sehingga menumpuk di salah satu jembatan atau hilir, dan Pemda melalui Dinas PUPR harus segera kerja sama membagi tanggung jawab untuk mengatasi permasalahan ini secara konkret," ujarnya.
Senada dikatakan Sekdes Kertarahayu, Kerja Normalisasi Setengah Hati
Asep Wahyudin menyebut normalisasi dengan excavator yang dilakukan saat ini hanya mengatasi penyumbatan di hilir.
Jika tidak ada penanganan di hulu dan pengangkatan rutin, dalam dua hingga tiga minggu saluran akan kembali tertutup," kata Asep.
Tumpukan eceng gondok saat ini sudah menjalar dari Saluran Sekunder Desa Kertamulya, Kecamatan Pedes, namun belum ada tindakan komprehensif.
"Sekarang saja dari SS Kertamulya banyak eceng gondok, tapi belum ada tindakan, kami Pemdes Kertarahayu memohon agar jangan sampai sampah eceng terus dialirkan ke irigasi. Harusnya diangkat juga, bukan cuma didorong," tambahnya.
Hingga berita ini dipublikasikan pihak BBWS Citarum dan PJT seksi II Rengasdengklok belum memberikan keterangan resmi.
(TW)


Tidak ada komentar