Warga Muslim Bersyukur Dapat Bantuan Dari Vihara Thai Seng Hut Co, Salah Satu Bentuk Toleransi
Selama bertahun-tahun, keberadaan vihara tersebut dinilai membawa dampak positif bagi lingkungan. Selain menjalin hubungan sosial yang baik, pengurus vihara juga rutin memberikan bantuan sosial kepada warga, terutama pada momen hari raya keagamaan.
Muhammad Husni (52), salah seorang warga, mengatakan masyarakat sekitar sangat merasakan manfaat dari kegiatan sosial yang dilakukan pihak vihara.
“Sedikitnya kami menerima bantuan dari vihara empat kali dalam setahun, seperti saat ulang tahun vihara, Lebaran, dan Imlek. Kami sangat bersyukur, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang sulit seperti sekarang,”ujarnya, yang diamini warga lainnya usai menerima bantuan pada Kamis (05-03-2026).
Menurut Husni, kegiatan vihara seperti pertunjukan barongsai dan penyalaan petasan pada momen tertentu juga menjadi hiburan bagi warga sekitar. Ia juga menegaskan sejumlah isu yang beredar tentang aktivitas di vihara tidak benar.
“Di sana juga ada kegiatan pengobatan, bukan seperti isu yang bilang dukun. Kami yang tinggal paling dekat justru tahu persis kegiatannya,”katanya.
Selain bantuan kebutuhan pokok, warga menyebut pengurus vihara juga kerap membantu ketika ada warga yang sakit. Hal tersebut membuat hubungan antara warga dan pengurus vihara semakin erat.
Sementara itu, Suhu Elton dari Vihara Thai Seng Hut Co mengatakan kegiatan sosial yang dilakukan merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat sekitar tanpa membedakan latar belakang suku maupun agama.
“Kami memberikan bantuan kebutuhan pokok dan juga bantuan uang. Kami sadar keberadaan vihara harus memberikan dampak positif bagi lingkungan,”ujarnya.
Ia menjelaskan dalam setahun pihaknya menyalurkan ribuan bantuan sosial kepada masyarakat, termasuk kepada warga sekitar, pengemudi ojek, serta sejumlah panti asuhan dan panti jompo seperti Panti Asuhan Bait Allah.
Bantuan yang diberikan berupa beras, minyak goreng, gula, buah-buahan, hingga makanan lainnya. Bantuan tersebut berasal dari para dermawan, termasuk masyarakat yang datang berobat ke vihara.
“Bantuan sosial kami berikan setiap bulan tetapi bukan hanya warga di sekitar kami tinggal, dan ada juga bantuan khusus saat hari raya besar keagamaan seperti Idul Fitri, Natal, dan Imlek. Kami tidak pernah membeda-bedakan suku dan agama,”jelasnya.
Pada perayaan Imlek tahun ini yang bertepatan menjelang Idul Fitri, keluarga besar vihara kembali membagikan bantuan berupa beras dan minyak goreng kepada ratusan warga Muslim di sekitar lingkungan vihara.
Dahlia Sembiring (75), warga setempat, mengaku hubungan antara masyarakat dan vihara sudah terjalin sejak lama. Pesan dari kakek-nenek mereka tak pernah hilang hingga sekarang. Salah satu tokoh yang meneruskan pesan itu turun temurun adalah Penghulu atau Kepala Desa Namuri di tahun 1950 an, Perulihen Sitepu.
“Sejak dulu kami sudah hidup berdampingan tanpa memandang suku dan agama. Kalau ada hari raya besar seperti Natal, kami juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan,”katanya.
Hal senada disampaikan Butet Sitepu (65). Ia mengatakan tradisi perayaan Imlek di vihara justru menjadi bagian dari kebersamaan warga yang sudah berlangsung turun-temurun.
“Setiap Imlek kami datang melihat kegiatan di vihara. Kami sudah seperti saudara. Kalau Lebaran, kami juga saling berbagi makanan seperti lontong dan hidangan Lebaran lainnya,”ujarnya.
Menurut warga, tradisi penyalaan petasan yang dilakukan saat perayaan juga berlangsung singkat dan sudah menjadi hiburan bagi masyarakat sekitar.
“Kalau ada petasan atau barongsai, justru kami datang menonton. Itu hanya sekitar 15 menit saja,”kata Butet.
Mantan Kepala Lingkungan (Kepling) 3, Ramli (69), menegaskan selama ini tidak pernah ada masalah antara warga dan pihak vihara.
“Kami hidup rukun puluhan tahun. Kita harus saling menghormati tradisi masing-masing,”ujarnya.
Warga berharap kerukunan yang selama ini terjaga dapat terus dipertahankan. Mereka juga mendorong agar setiap kegiatan tetap berkoordinasi dengan masyarakat sekitar demi menjaga kenyamanan bersama.
“Yang jelas kami tidak mau diprovokasi. Di sini kami sudah hidup rukun sejak lama,”kata Ramli.
(SuDharTar)

Tidak ada komentar