Demo Mahasiswa Binjai Ricuh, Massa Bakar Ban Didepan Kantor Walikota
Awalnya, massa melakukan aksi secara tertib. Namun situasi mulai memanas ketika para pengunjuk rasa merasa aspirasi mereka tidak mendapat tanggapan dari pihak Pemerintah Kota (Pemko) Binjai.
Sebagai bentuk kekecewaan, massa kemudian membakar ban di depan kantor walikota hingga menimbulkan asap hitam pekat. Selain itu, sejumlah peserta aksi juga terlihat menggoyang pagar gerbang kantor dan berupaya masuk untuk menemui pejabat Pemko Binjai.
Salah seorang perwakilan massa, Oza, menyebut aksi tersebut dipicu oleh kekecewaan mahasiswa terhadap sikap Walikota yang dinilai tidak pernah menemui mereka sejak awal menjabat.
“Kami merasa tidak pernah didengar. Setiap ingin menyampaikan aspirasi, Wali Kota selalu tidak berada di tempat. Ini bentuk kekecewaan kami,”ujarnya.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan. Mereka memprotes kondisi infrastruktur jalan di Kota Binjai yang dinilai masih banyak mengalami kerusakan dan berlubang tanpa perbaikan signifikan.
Selain itu, massa juga menyoroti kebijakan pengisian jabatan di lingkungan Pemko Binjai yang dianggap lebih banyak diisi oleh pejabat dari luar daerah. Mereka menilai masih banyak sumber daya manusia lokal yang memiliki kompetensi untuk mengisi posisi tersebut.
Sebagai bentuk kritik simbolik, massa bahkan berencana menanam bibit pohon pisang di jalan-jalan berlubang sebagai sindiran terhadap kondisi infrastruktur.
Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat TNI-Polri sehingga tidak berkembang menjadi bentrokan. Setelah menyampaikan aspirasi, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib.
(SuDharTar)

Tidak ada komentar