Breaking News

Kepala BNN RI Pimpin Pelantikan Pejabat Tinggi, Perkuat Strategi Hadapi Ancaman Narkotika

Jakarta Timur – Majalahkriptantus.com || Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto memimpin Upacara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah serta Janji Jabatan bagi Pimpinan Tinggi Madya, Pimpinan Tinggi Pratama, Jabatan Administrasi, dan Penyidik Madya di lingkungan BNN. Kegiatan berlangsung khidmat di Ruang Muhammad Hatta, Gedung Tan Satrisna BNN, Jakarta Timur, pada Rabu (17/6/2026).

Upacara tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi BNN, perwakilan Sumber Daya Manusia Kepolisian Republik Indonesia, koordinator dan anggota kelompok ahli BNN, serta penasihat dan pengurus Dharma Wanita Persatuan BNN.

Dalam amanatnya, Kepala BNN RI menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial pergantian pejabat atau urusan administrasi belaka. Menurutnya, momentum ini menjadi bagian dari dinamika organisasi untuk mempercepat peningkatan kinerja serta mempertajam strategi lembaga dalam menghadapi tantangan peredaran narkotika yang semakin kompleks dan berkembang.

“Jabatan yang Saudara emban mulai hari ini adalah posisi yang sangat strategis. Saudara adalah motor penggerak utama dalam menerjemahkan visi dan misi besar Badan Narkotika Nasional,” tegas Suyudi Ario Seto.

Ia mengingatkan bahwa sumpah jabatan yang diucapkan merupakan amanah besar yang disaksikan oleh Tuhan Yang Maha Esa, negara, dan seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itu, setiap pejabat yang dilantik dituntut menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, integritas, serta dedikasi yang tinggi.

Menyikapi perkembangan jaringan sindikat narkotika yang semakin terstruktur, luas, dan bersifat lintas negara, Kepala BNN RI memberikan sejumlah arahan strategis kepada jajaran yang baru menjabat:

Kepada Inspektur Utama BNN RI: Memperkuat sistem pengawasan internal, menjadi garda terdepan menjaga integritas dan akuntabilitas, serta memastikan tata kelola organisasi yang bersih dan bebas dari penyimpangan.

Kepada Direktur Hukum dan Direktur Narkotika di lingkungan Deputi Bidang Pemberantasan: Mengoptimalkan pendekatan penegakan hukum yang efektif dan modern. Fokus utamanya adalah membongkar jaringan hingga ke akarnya, memutus sumber keuangan bandar narkotika melalui penerapan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang, serta mengungkap kasus-kasus berdampak luas. 

Kepada Kepala BNN di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota: Memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perguruan tinggi. Program pencegahan seperti Desa Bersinar atau Desa Bersih Narkoba diminta dipercepat agar membangun ketahanan sosial masyarakat secara menyeluruh.

Sebagai penutup, Kepala BNN RI mengajak seluruh jajaran untuk senantiasa memegang tiga nilai utama pengabdian, yaitu soliditas, integritas, dan sinergitas. Ketiganya menjadi kunci agar organisasi tetap kuat, dipercaya publik, dan mampu bekerja sama secara maksimal baik di lingkungan internal maupun dengan pihak terkait.

Pelantikan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas lembaga, sehingga tugas pencegahan, pemberantasan, rehabilitasi, dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal demi mewujudkan Indonesia yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

 

Sumber: Humas BNN RI

(turah/mangbetu)

Tidak ada komentar