Breaking News

DLH Binjai Percepat Peremajaan Pohon untuk Cegah Risiko Tumbang


Binjai-Majalahkriptantus.com-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Binjai terus memperkuat upaya mitigasi dengan melakukan pendataan, pemangkasan, hingga peremajaan pohon secara berkala guna mengurangi risiko pohon tumbang yang dapat membahayakan masyarakat.

Langkah tersebut dipercepat menyusul dua insiden pohon tumbang yang menimpa warga, di mana kedua korbannya merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Peristiwa terbaru terjadi di kawasan Lapangan Merdeka Binjai.

Kepala DLH Kota Binjai, Ahmad Yani, mengatakan pemerintah daerah telah menjadikan peremajaan pohon sebagai program rutin yang terus dilaksanakan.

"Untuk peremajaan pohon, terus kami lakukan secara berkala,"ujar Ahmad Yani, Senen, 03-08-2026.

*Peremajaan Berskala Lebih Besar*

Menyikapi kejadian tersebut, Pemerintah Kota Binjai telah menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah instansi terkait untuk mempercepat langkah penanganan.

Menurut Ahmad Yani, kegiatan pemangkasan dan peremajaan pohon akan dilakukan dalam skala yang lebih besar dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

"Minggu ini kami akan melakukan peremajaan pohon dalam skala yang lebih besar dengan dukungan BPBD,"katanya.

*Pendataan Dilakukan Sejak Awal Tahun*

DLH memastikan upaya antisipasi sebenarnya telah dilakukan jauh sebelum insiden pohon tumbang terjadi.

Sejak Januari 2026, pihaknya telah mendata pohon-pohon yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat. 

Namun, proses tersebut masih berlangsung karena belum mencakup seluruh wilayah kelurahan di Kota Binjai.

"Dari Januari pendataan pohon rawan tumbang sudah kami lakukan, meski belum menjangkau seluruh kelurahan,"jelasnya.

Selain itu, DLH juga menerima banyak permohonan dari masyarakat terkait penebangan maupun pemangkasan pohon yang dinilai berisiko.

*Tim Mitigasi Pohon Terus Bergerak*

Untuk mempercepat penanganan, DLH membentuk Tim Mitigasi Pohon yang bertugas mengidentifikasi pohon-pohon tua maupun pohon yang berpotensi tumbang.

Tim tersebut bekerja sama dengan perangkat kelurahan dalam melakukan survei lapangan guna menentukan pohon yang harus dipangkas atau ditebang.

Setelah proses verifikasi selesai, pohon yang dinilai membahayakan akan segera ditindaklanjuti sesuai tingkat urgensinya.

"Ada beberapa lokasi yang sudah kami eksekusi, sementara sebagian lainnya masih dalam tahap pendataan,"ujar Ahmad Yani.

*Terkendala Keterbatasan SDM*

Meski demikian, Ahmad Yani mengakui proses penanganan belum dapat dilakukan secara menyeluruh karena keterbatasan sumber daya yang dimiliki DLH.

Namun, pihaknya memastikan upaya mitigasi akan terus dilakukan secara bertahap agar ancaman pohon tumbang dapat diminimalkan.

"Tim mitigasi dibentuk untuk mengurangi ancaman dari pohon-pohon yang sudah tua atau perlu diremajakan. Keterlambatan dalam pelaksanaan lebih disebabkan keterbatasan sumber daya yang kami miliki,"pungkasnya. 


(SuDharTar)


Tidak ada komentar