Pembangunan USB SDN Makmurjaya1 Oleh Kontraktor PT.KITA LUMAMPAH MULIA Terindikasi Curangi Volume Dan Kwalitas Bangunan, Aktivis Konstruksi Karawang Minta Bangunan Di Bongkar Kerena Dugaan Kuat Realisasi nya Tidak Sesuai Spek dan RAB
Karena beberap item adanya dugaan penambahan pelanggaran dalam Proyek pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) yang menelan anggaran Rp.3.171.505.000 bersumber dari APBD Kabupaten Karawang Tahun Anggaran 2026, dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis (spek) dan berpotensi merugikan keuangan negara.
Dari kesekian kalinya hasil kroscek di lapangan pada hari Sabtu Agustus 2026 jam 14.00 WIB, dan pekan lalu Akhmad Muslim dan Team menemukan kembali sejumlah dugaan penyimpangan teknis yang dinilai sangat krusial. Menurutnya, pekerjaan berlangsung tanpa pengawasan langsung dari pelaksana kontraktor maupun konsultan pengawas.
Akhmad Muslim dan Team memaparkan sejumlah temuan yang menurutnya tidak sesuai gambar kerja maupun spesifikasi teknis, di antaranya:
• Dalam mengerjakan pasangan batukali, komponen adukan pasir semen kurang merata, banyak celah berongga. Hal tersebut sangat berbahaya bisa berpengaruh pada bangunan. Karena pondasi ini termasuk konstruksi struktural, harus benar benar dalam pengerjaannya.
- Hal lain pada galian pondasi ( Gedung A) ruang kolom di dalamnya kurang lebar, sementara dasar galian menyempit, alias mengerucut. Ini juga menurut kami menyalahi spesifikasi teknik.
- Pada pasangan pondasi dibawah batukali tidak di pasang urugan pasir setebal 5 Centimeter.
Hal lain pada pemasangan pondasi batukali banyak genangan air, namun pemasangan tetap berjalan
. Pekerjaan struktur cor bertulang Cakarayam, kolom (1) satu, ukuran tiangnya 30 cm × 30 cm, terlihat dari lobang galian, termasuk pengecoran kolom K1 berikut tiangnya, pengerjaannya dalam kondisi banjir. Sehingga mutu dan kwalitas cor Cakarayam, tidak maksimal, karena semen sebagai perekatnya bercampur air. Seharusnya ketika mau pasang beton Cakarayam, galian harus benar benar dalam keadaan kering.
. Pada pasangan kolom K1 ukuran tiangnya 30 cm × 30 cm, dibawah telapak Cakarayam diduga tidak di pasang lantai kerja kurang lebih 10 Cm, dan di bawahnya urugan pasir setebal 5 Cm. Aturan kerja tersebut mangacu pada Gambar Kerja.
- Logikanya mana mungkin menggelar urugan pasir dengan ketebalan 5 Cm,
dan lantai kerja setebal 10 cm, dalam keadaan galian cor banjir.
- Kalau ada gelaran pasir dan lantai kerja di bawah Cakarayam, coba perlihatkan pada waktu pengerjaan, dengan dokumentasi baik photo atau vidio.
- Bukti lain pada kolom K2, pembesian tiang sudah masuk ke galian, cekerayam dalam. Keadaan banjir, sebagai bukti kesalahan lagi. Seharusnya galian ini dalam keadaan kering, lalu di tebar urugan pasir, kemudian lantai kerja dari beton.
Dari uraian temuan dugaan kesalahan teknis pekerjaan yang sudah di jelaskan diatas , kami sebagai Tim aktivis konstruksi Karawang, mendesak agar pengawas konsultan, turun kelokasi untuk kroscek. Dan data kami bisa menjadi landasan kinerja pengawas untuk pembuktian adanya dugaan teknis di lapangan kerja, yang menurut kami sangat membahayakan bagi kelangsungan bangunan USB SDN Makmurjaya1. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas bangunan dan umur konstruksi.
Akhmad Muslim dan Team meminta seluruh pekerjaan yang terbukti tidak sesuai spesifikasi agar dibongkar dan dikerjakan ulang sesuai gambar kerja.
Ia juga mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang segera memanggil kontraktor dan konsultan pengawas untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pekerjaan di lapangan.
Selain itu, ia meminta agar dilakukan evaluasi terhadap kontraktor, bahkan diusulkan masuk daftar hitam (blacklist) apabila nantinya terbukti melakukan pelanggaran kontrak.
Hingga berita ini terpublikasikan untuk kedua kalinya, PT Kita Lumampah Mulia, PT Anggara Karya Utama, maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang, belum memberikan tanggapan atau klarifikasi.
(Js & Team)



Tidak ada komentar