KISAH INSPIRATIF: Doa Almarhumah Maryati Binti Amar, Menjadi Cahaya & Kekuatan Pengabdian Rano Setia Budi
Di tengah kesibukan dan tanggung jawab besar yang diembannya, Rano meyakini bahwa setiap langkah, kesuksesan, dan kemampuan yang ia miliki saat ini tidak terlepas dari doa tulus serta didikan luhur kedua orang tuanya, terutama Ibunda tercinta, almarhumah Maryati binti Amar.
Sosok yang dikenal sangat aktif dan berdedikasi tinggi ini saat ini mengemban amanah sebagai Staf Humas (PHL) Polsek Pedes, Polres Karawang. Namun, pengabdiannya tidak berhenti hanya di ranah kedinasan. Jiwa sosial dan kepeduliannya terhadap kemajuan generasi muda membuatnya turut mengabdikan diri di dunia pendidikan sebagai seorang Guru di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Karawang. Tak hanya itu, Rano juga dikenal luas sebagai penggerak ekonomi masyarakat dan pelopor pemuda Karawang Utara – Rengasdengklok, yang gencar mendorong kemajuan Usaha Mikro guna kesejahteraan warga.
Kiprah dan wawasan luas yang dimiliki Rano tidak lepas dari semangat belajar yang tak pernah padam. Ia menempuh pendidikan di berbagai institusi ternama, antara lain IKMI Riskina Bekasi, Politik TMKM Karawang, STTI Sony Sugema Karawang, hingga meraih kualifikasi profesi keguruan dari Universitas Negeri Surabaya. Saat ini, semangat ilmunya masih terus berlanjut; Rano sedang menempuh pendidikan Magister Hukum di Universitas Langlangbuana Bandung. Segala capaian ini menjadi bukti nyata wujud bakti dan terima kasihnya kepada sosok wanita hebat yang telah melahirkannya.
Namun, duka mendalam sempat menghampiri keluarga besar Rano Setia Budi. Pada hari Minggu, 18 Januari 2026 pukul 14.20 WIB, kabar duka datang menyapa; Ibunda tercinta, Almarhumah Maryati binti Amar, berpulang ke pangkuan Allah SWT. Kepergian beliau meninggalkan kesedihan yang mendalam, namun juga kenangan indah dan teladan yang tak ternilai bagi keluarga dan masyarakat sekitar.
Almarhumah Maryati kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Krajan, Desa Bolang, dalam suasana khidmat. Kehadiran keluarga, kerabat, dan warga sekitar yang turut mendoakan menjadi bukti betapa mulianya sosok almarhumah semasa hidup. Beliau dikenal sebagai ibu yang penuh kasih sayang, sederhana, lembut, dan senantiasa mendoakan kebaikan bagi anak-anaknya. Doa-doa itulah yang kini menjadi fondasi kokoh, akar kekuatan, dan penyemangat abadi bagi setiap jejak langkah pengabdian Rano.
Bagi Rano Setia Budi, kepergian ibunda bukanlah akhir dari hubungan bakti, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas. "Setiap tugas yang saya jalani, setiap ilmu yang saya amalkan, dan setiap kebaikan yang saya berikan kepada masyarakat, semuanya saya niatkan sebagai sedekah jariyah dan aliran doa yang terus mengalir untuk Almarhumah Ibunda tercinta," begitu tekad yang tertanam kuat di hatinya.
Kini, doa Almarhumah Maryati binti Amar terus hidup dan mewujud dalam pengabdian Rano yang tak kenal lelah: mengayomi masyarakat melalui tugas kepolisian, mencerdaskan generasi bangsa melalui pendidikan, serta membangkitkan ekonomi umat melalui pemberdayaan pemuda.
Keluarga besar mendoakan, semoga Allah SWT mengampuni segala dosa-dosa almarhumah Maryati binti Amar, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan serta menerangi kuburnya, dan menempatkannya di tempat terbaik, di surga-Nya yang paling indah. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan yang luas. Semoga kisah ini menjadi inspirasi bagi kita semua: Bahwa doa seorang ibu adalah kekuatan terbesar, dan bakti anak adalah kebahagiaan abadi bagi orang tua.
Red

Tidak ada komentar